Ibnu Saefullah

Senyum di Gerbang Sekolah

April 28, 2026
Admin

Pengantar / Sinopsis

"Kisah ini terinspirasi dari kerasnya perjuangan masyarakat pesisir utara Indramayu dalam menghadapi perubahan zaman. Sebuah refleksi tentang laut, harapan, dan janji yang tertinggal di tepian dermaga."

Fiksi Cerpen
5 Menit Membaca
Paoman, Indramayu

Di ufuk timur pesisir Indramayu, matahari selalu punya cara tersendiri untuk menyapa para nelayan. Sinarnya yang keemasan menembus celah-celah jaring yang sedang dirajut oleh tangan-tangan renta di pinggiran dermaga Karangsong. Pagi itu, aroma asin laut bercampur dengan bau solar dari mesin perahu yang baru saja merapat, menciptakan melodi kehidupan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Wira menatap jauh ke batas cakrawala. Di tangannya, tergenggam sebuah buku catatan kecil bersampul kulit pudar. Sebagai seorang tenaga administrasi di sekolah desa, ia terbiasa dengan angka dan data. Namun di waktu luangnya, jiwanya lebih sering mengembara bersama bait-bait puisi yang tak pernah selesai ia tuliskan.

Ilustrasi Dermaga
Ilustrasi: Tepian dermaga di kala senja menyapa.

"Sudah selesai laporannya, Wir?" tanya Pak Rahmat, guru senior yang membuyarkan lamunannya. Wira buru-buru memasukkan buku catatannya ke dalam laci meja dapodiknya.

"Sudah, Pak. Semua data siswa sudah tersinkronisasi ke server pusat. Tinggal menunggu validasi," jawabnya sopan. Meskipun tugas utamanya berurusan dengan angka yang presisi, hatinya tak pernah bisa benar-benar lepas dari keindahan merangkai kata.

"Sebab lautan tidak pernah menjanjikan ketenangan, ia hanya mengajarkan kita bagaimana cara menjadi pelaut yang tangguh di tengah badai."

Sore itu, setelah bel sekolah berbunyi dan deretan anak-anak berlarian pulang, Wira kembali ke tepi dermaga. Ia membuka catatan kecilnya, menggoreskan satu bait terakhir. Ia menyadari, pekerjaannya dan hobinya bukanlah dua hal yang bertolak belakang; keduanya adalah cara ia mendokumentasikan kehidupan—yang satu dalam wujud data, yang lain dalam wujud rasa.

Ibnu Saefullah

Catatan Penulis

Tulisan di atas adalah sekadar fiksi belaka yang ditulis di sela-sela waktu istirahat dari layar Dapodik. Jika Anda menyukai tulisan ini, Anda dapat membagikannya atau membaca antologi cerpen saya yang lain.

Komentar Pembaca